Posts from the ‘Dunia Islam’ Category

Berlemah lembut dalam Dakwah

 

 

 

 

Menyakiti perasaan seseorang dengan berbuat terlalu tegas dalam hukum adalah kesalahan yg fatal.
kita bisa lihat bagaimana Rasul saw berbuat bijaksana pada orang yg berzina. Rasul saw menunda nundanya seakan memberi kesempatan pada orang itu untuk tidak lagi menuntut untuk dirajam. Rasul saw bukan menangkap dan menyiksanya, malah membiarkannya sampai dua tahun, bebas berkeliaran demi menyusui anak zinanya, namun karena orang itu datang lagi, lagi, dan lagi, maka Rasul saw menjalankan hukum rajam.

Kita bisa lihat bagaimana ketika seorang Badui kencing di dalam masjid, dan sahabat berebutan ingin memukulinya. Apa yg Rasul saw katakan? beliau saw berkata : “biarkan ia sampai selesai dari buang air kecilnya” setelah ia selesai barulah Rasul saw berkata : “wahai saudaraku, sungguh masjid adalah tempat suci, tidak bisa digunakan untuk buang air kecil” lalu Rasul saw berkata pada sahabat : “tutupi bekas najis itu dgn tanah” (karena memang saat itu masjid Nabawi berlantaikan tanah saja).

Lihat bagaimana akhlak Rasul saw terhadap orang yg mengencingi masjid.

Ada satu kabar nih.., di Buncit terjadi seorang saudara kita muslim, ia sangat benci dg rokok, ia berkata rokok adalah kencing setan. Kenapa kalian menghisap kencing syetan? Ia terus menyakiti perasaan saudara-saudara muslimnya dg ucapan itu, sampai akhirnya kemudian Allah beri ia cobaan menjadi orang yg melarat dan miskin, ia sangat miskin, dan akhirnya ia menjadi penjual rokok, maka teman temannya balik mengejeknya dg berkata: “beli kencing setan dong!” “kau adalah penjaja kencing setan ya?” demikian cobaan buat orang itu. Kabarnya orang itu kini sudah tak lagi menjual rokok, ia kini menjadi penjual minyak wangi, walaupun ia sempat bertahun2 menjual rokok,

Dan dalam kejadian lain ada seorang istri yg sangat benci pada rokok, melihat di televisi lelaki yg merokok, maka ia berkata : “busuk sekali mulut lelaki itu, apa iya istrinya bisa betah kalau punya suami yg mulutnya berbau rokok!” Maka tak lama kemudian Allah beri cobaan padanya, suaminya malah merokok, dan istri ini terpaksa menelan ucapannya dan harus bersabar menghadapi suaminya yg menjadi perokok, ia cerita pada suaminya, maka suaminya terkejut dan berjuang tuk berhenti merokok, ia baru bisa berhenti setelah 4 tahun.

Nah.. saudaraku, kesimpulannya, kasihanilah saudara2 kita yg masih dalam dosa dan kesalahan, jangan dibenci dan jangan terlalu extrem pada pendosa, kita seru mereka, kita ajak mereka, karena keburukan itu bukan hanya rokok, tapi masih banyak yg lebih dari itu, misalnya muslimin yg tidak mau shalat, muslim yg pezina, muslim yg penjudi, muslim yg narkoba, muslim yg pencuri, ini semua lebih jahat dan keji dari sekedar rokok.

Pelahan lahan kita maju bersama sama merangkul muslimin muslimat tuk terus menuju keluhuran.

 

Oleh : Habib Munzir bin Fuad Almusawa.

Iklan

As Salam TV Memulai Siarannya….

Puji Syukur dan Ucapan Takbir terdengar di saat Launching perdana TV Islam di Indonesia.
bertepatan 1 Muharram 1432 H.
semoga Assalam TV terus berkembang ke pelosok Negri tercinta ini……
amiin allahumma amiin..

 

As Salam TV Memulai Siarannya

Meski mayoritas 88 persen, namun umat Islam Indonesia sampai sekarang belum memiliki televisi Islami yang benar-benar menyiarkan berbagai acara dakwah Islam secara nasional.

Padahal pengikut Budha yang tidak mencapai jumlah 1 persen, sekarang telah memiliki televisi nasional DAAI TV yang setiap hari menyiarkan acara-acara Budha.

Sementara 10 televisi nasional swasta lainnya yang dimiliki kelompok sekuler, hampir setiap hari berbagai acaranya kurang mendidik terutama pada anak-anak bahkan terkesan mengumbar nafsu syahwat, sehingga dapat menyebabkan rusaknya moral bangsa. Maka kehadiran As Salam TV meski baru merupakan televisi komunitas lokal, namun sudah mampu menjadi hiburan Islami yang mendidik bagi umat Islam khususnya di Jakarta.

Peresmian siaran perdana As Salam TV, Selasa (7/12) kemarin yang bertepatan dengan 1 Muharram 1432 H, dilakukan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie (Pemimpin Umum Perguruan Islam As Syafi’iyah) di Masjid Al Barkah As Syafi’iyah, Bali Matraman, Jakarta Selatan.

Peresmian dihadiri ribuan umat Islam serta sejumlah tokoh dan ulama  seperti MS Ka’ban (mantan Menteri Kehutanan), KH Syuhada Bahri (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), KH Muhammad Al Khaththath (Sekjen Forum Umat Islam), Munarman (Ketua FPI), Habib Jindan bin Novel serta tokoh ulama dari Yaman, Habib Ali bin Abu Bakar bin Syekh Abu Bakar. 

Dalam sambutannya, MS Ka’ban mengharapkan nantinya As Salam TV dapat menjadi televisi terkemuka di Jakarta bahkan nasional dan mampu bersaing dengan televisi swasta nasional lainnya.

“Saya berharap siaran As Salam TV nantinya mampu membangkitkan umat Islam tidak hanya di Jakarta tetapi di seluruh Indonesia untuk meraih kembali kejayaannya. Saya yakin, As Salam TV akan mampu mewarnai umat Islam dan bangsa Indonesia dimasa mendatang,” ujar MS Ka’ban.

Sementara KH Abdul Rasyid AS berharap As Salam TV akan terus meningkatkan jangkauan siaran dakwahnya dari 15 km sekarang ini  menjadi 30 km, sehingga seluruh Jakarta bisa menerima siarannya yang dipancarkan melalui Frequensi VHF 195 Mhz .

“Bahkan jika nantinya As Salam TV bisa memakai jaringan satelit, maka akan bisa dibuka melalui jaringan internet dan HP dari seluruh dunia,” ungkap ulama yang juga pengelola dari Radio As Syafi’iyah Jakarta, Radio As Salam (RAS) FM Jakarta dan Radio Suara Pulo Air Sukabumi, Jawa Barat. (Abdul Halim) 

sumber : http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/1557-as-salam-tv-memulai-siarannya?joscclean=1&comment_id=4847

Urgensi Sanad Guru

Oleh :Habib Munzir bin Fuad Almuzawa.

Assalamu’alaikum.

Limpahan Puji kehadirat Allah SWT yang Maha Tunggal dan Maha Abadi,shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada Sayyidina Muhammad Rasulullah SAW  serta kepada Ummatnya yang senantiasa Istiqomah di JalanNya dalam mengamalkan Sunnah serta AjaranNya.  

Sanad adalah silsilah atau rantai yang menyambungkan kita dengan yang sebelum kita, hubungan, sanad adalah hubungan kalau secara bahasa sanad adalah sesuatu yang terkait kepada sesuatu yang lain atau sesuatu yang bertumpu pada sesuatu yang lain, tapi didalam maknanya ini secara istilahi adalah bersambungnya ikatan bathin kita, bersambungnya ikatan perkenalan kita dengan orang lain, sebagian besar adalah guru-guru kita yaitu orang yang dijadikan guru sanadnya atau hadits, sanad hadits misalnya mengambil dari fulan, dari fulan, dari fulan itu salah satu contoh sanad dan sanad kita sanad keguruan dari guru saya, guru saya dari gurunya, dari gurunya, dari gurunya, sampai Rasul shallallahu ‘alaihi wasallam atau dari saya bermadzhabkan syafi’i karena guru saya bermadzhab syafi’i, saya ikut guru saya, guru saya ikut guru nya mahdzabnya syafi’i terus sampai ke imam syafi’i itu sanad namanya. imam madzhab dari guru lebih berhak di panut dari pada melihat hanya
dari buku atau dari internet saja, orang yang berguru tidak kepada guru tapi kepada buku saja maka ia tidak akan menemui kesalahannya karena buku tidak bisa menegur tapi kalau guru bisa menegur jika ia salah atau jika ia tak faham ia bisa bertanya, tapi kalau buku jika ia tak faham ia hanya terikat dengan pemahaman dirinya, maka oleh sebab itu jadi tidak boleh baca dari buku, tentunya boleh baca buku apa saja boleh, namun kita harus mempunyai satu guru yang kita bisa tanya jika kita mendapatkan masalah.

“Sanad adalah bagai rantai emas terkuat yg tak bisa diputus dunia dan akhirat, jika bergerak satu mata rantai maka bergerak seluruh mata rantai hingga ujungnya, yaitu Rasulullah saw,” (Habib Munzir)

Allah subhanahu wata’ala memberikan anugrah kepada kita guru, guru adalah panutan yang layak kita panut dan kita muliakan, guru adalah ayah Ruh, sedangkan ayah kita adalah ayah Jasad, guru adalah pewaris para Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, selama guru itu berjalan di jalan yang benar dan dia memanut gurunya, Guru yang baik itu adalah guru yang berusaha mengamalkan Sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan banyak para murid yang tidak mengerti, perbuatan gurunya itu sebenarnya perbuatan sunnah Rasul yang tidak di ketahui karna ia tidak tau, maka itu dia bertanya pada gurunya “guru setau saya di hadits begini, kenapa guru begini?” oh begini ada Hadits lain, ini kenapa saya memilih ini” hal seperti itu penting, dan ikuti guru yang mengikuti gurunya, kalau sudah guru tidak mengikuti gurunya, maka hati-hati guru ini dapat guru dari mana? sedangkan gurunya dapat dari yang lain, siapa guru yang lain…?

Jangan-jangan gurunya Syaitan, diliat gurunya mengikuti gurunya, berarti dia bisa belajar kepada guru dari gurunya, gurunya siapalagi diatasnya lagi, oh Imam anu, Syekh anu, dari anu, besar sanad gurumu 3 saja cukup apalagi Sanadnya sampai kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam. sekarang banyak guru yang mengaku “saya bersambung kepada Rasulullah, tapi mengikuti gurunya tidak? Kalau dia tidak mengikuti gurunya maka tentunya kita juga berfikir, walaupun kau punya seribu sanad, kalau tidak mengikuti gurunya berarti siapa, sanadnya kemana..?

Hati-hati mengikuti guru, kalian itu kalau berguru itu seakan-akan sedang makanan untuk ruh kalian itu, kitakan kalau makan kita lihat apa yang kita makan, apakan makanan itu halal atau haram, apakah yang kita makanan ini racun apakan makanan yang bermanfaat, kalau jasad saja begitu, lebih-lebih ruh, di dalam mencari guru yang benar, guru yang baik mengikuti ahlusunah waljamaah, yang memang tidak berbeda dengan guru yang lain sama tuntunannya, baik orangnya yang mengamalkan amalan-amalan sunnah, dan walaupun tidak sempurna, tiada manusia yang sempurna, dia mengikuti gurunya, mencintai gurunya, di cintai gurunya, demikian gurunya juga orang mulia, gurunya lagi juga berguru pada gurunya.

Demikian,Kita Insya Allah sanad kita bersambung kepada Guru Mulia al Musnid Al alamah Al Habib Umar bin Hafidz, beliau ini tentunya sama sanatnya denagn para imam-imam besar, di Jakarta maupun di seluruh Indonesia, dari para Habaib, dan para Ulama, dan Para Khiyai, sanatnya bersambung kepada Syekh Tabbani, Al Habib Ali bin Muhammad Abdurrahman Al Habsyi kwitang, kepada Habib Salim bin Jindan, kepada Habib syekh Ali allatos, kepada Habib Umar bin Hud, Habib Salim alathos, pada Salafushalihin, banyak para-para ulama dan khiyai, yang sanadnya satu persatu bersambung dan bersambung kembali kepada satu sanad hingga Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Ingat Nabiallah Musa As, yang Allah subhanahu wata’ala beri teguran, Nabi Musa berkata “adakah yang lebih alim dari engkau?” tidak ada “aku orang yang paling alim” Maka Allah menurunkan Jibril “ada orang yang lebih alim dari engkau wahai Musa” siapa tunjukan ” Khidir As” “dimana bisa kutemukan?” di pecahan antara dua laut, Maka Nabi Musa pun mencarinya, di dalam surat Al Kahfi, jumpa dengan Nabiallah Khidir, bagaimana adab seorang Rasul, Nabi Musa lebih tinggi derajatnya dari Nabi Khidir dihadapan Allah, karna Nabi Musa adalah Rasul, Nabi Khidir adalah Nabi, Nabi Musa lebih tinggi derajatnya namun karna ingin belajar ia berkata,
“bolehkah aku ikut engkau untuk mendapatkan ilmu yang telah Allah berikan padamu”,

ini ucapan seorang Rasulullah As, Nabi Khidir yang padahal derajatnya di bawahnya, di dalam kedekatan kepada Allah, namun Nabi Khidir mempunya ilmu-ilmu yang tidak di ketahui Nabi Musa, Nabi Musa ingin belajar
“bolehkah aku ikut denganmu tuk belajar ilmu-ilmu yang Allah berikan kepadamu”,

Maka Nabi Khidir as berkata : kau tidak akan bisa sampai ikut aku, kenapa karna beda jalannya, Nabiallah Khidir di jalan Makrifah, Nabiallah Musa dengan jalan syari’ah sebagai Rasul As, Namun kita lihat adab seorang Rasul, bahkan seorang Nabi ingin belajar kepada yang dibawah derajatnya.

Demikian indahnya, Juga Imam Ahmad bin Hambal alaihi Rahmatullah berkata 30 tahun aku mendo’a guruku itu, yaitu Al Imam Syafi’i, tiap malam selama 30 tahun mendoakan guruku, sehingga ia akhirnya sampai kepada kelompok Huffadhudduniya (orang-orang yang paling banyak hafalan haditsnya), di seluruh dunia ini diantaranya Imam Ahmad bin Hambal alaihi Rahmatullah, hadirin hadirat banyak contoh akan hal ini, banyak kemuliaan akan hal ini.

Demikian pula adab Al Imam Fakhrul wujud Abu Bakar Bin Salim alaihi rahmatullah, ketika dikatakan oleh gurunya bahwa “siapa itu Fakhrul wujud?, fakhrul wujud Abu bakar bin salim tidak menyamai seujung kukuku ini..!!, seperti ujung kukuku..!!” ini kata gurunya, maka sampai kabar kepada al Imam Fakhrul wujud Abu Bakar bin Salim, Abu Bakar bin Salim sujud sukur, lalu dia berkata, ditanya oleh murid muridnya : “koq sujud syukur Kau di hina oleh gurumu?, dikatakan kau seujung kukunya” dia berkata “aku bersyukur pada Allah, aku sudah seujung kuku guruku, itu kemuliaan besar bagiku” demikian adab dari Imam Fakhrul Wujud Abu Bakar Bin Salim alaihi Rahmatullah kepada gurunya, sehingga dia memuliakan oleh Allah subhanahu wata’ala, melebihi gurunya hingga Allah memuliakan dia hingga dia melebihi gurunya.

Kita semua masing-masing mempunyai guru, masing-masing memilih guru, di wilayah-wilayah kalian, namun hati-hati memilih guru, siapa gurunya apakah ia mengikuti gurunya, apakah gurunya Cuma Google atau yahoo.com hati-hati pada guru-guru yang seperti itu, akhirnya semuanya Bid’ah, semuanya syirik dan lain sebagainya, padahal Cuma nukil-nukil saja di internet, guru yang seperti itu tidak usah dijadikan guru, dijadikan teman saja, boleh nasehati dengan baik.

Kita Mohon Rahmatnya Allah subhanahu wata’ala dengan keberkahan Guru2 mulia kita , agar Allah subhanahu wata’ala melimpahkan Rahmatnya kepada kita dan semoga Allah swt selalu menguatkan kita dalam keluhuran dunia dan akhirat bersama guru guru kita hingga Rasul saw….

Amiin Allahumma Amiin.

Wassalamu’alaikum wr.wb.

Menag: Wahai Para Ulama, Bersatulah!

Ajakan Menag ini sekaligus menjawab keresahan dua ulama, KH Nur Muhammad Iskandar dan KH Makruf Amin

Menteri Agama Suryadharma Ali mendorong ulama untuk bersatu padu menjaga moral dan keluhuran masyarakat Indonesia. Harapan itu mencuat seiring absennya ulama mengawal aspek moral dan keluhuran agama dalam keseharian bangsa Indonesia.

“Wahai para ulama, bersatulah,” kata Menteri Agama Suryadharma Ali (SDA) saat membuka Mukernas Majelis Silaturahmi Kiai Pengasuh Pondok Pesantren se-Indonesia (MSKP3I), di Asrama Haji, Pondok Gede, Jakarta, Rabu malam (4/8).

Menurutnya, ajakan ini sekaligus menjawab keresahan dua ulama besar, KH Nur Muhammad Iskandar dan KH Makruf Amin.

“MSKP3I harus mampu menjadi wadah ulama lintas generasi dan lintas kekuatan politik,” ujar Suryadharma Ali yang juga Ketua Umum PPP. “Ini sekaligus untuk mewujudkan wajah Islam yang antikekerasan dan adaptif dengan persoalan keseharian.”

Acara pembukaan baru dimulai jam 21.30, menunggu kedatangan Menag dari peresmian bantuan Pemerintah Kuwait di Cianjur, Jawa Barat.

Menurut rencana, acara Mukernas MSKP3I akan berlangsung 4-6 Agustus 2010.

Mukernas dihadiri ratusan ulama se-Indonesia. Beberapa ulama khos Nahdlatul Ulama yang selama ini dikenal aktif di beberapa partai berbasis NU pun hadir. Mereka ini antara lain KH Makruf Amin (Jakarta, Ketua MUI), KH Idris Marzuki (Lirboyo, Kediri), KH Mas Subadar (Pasuruan), KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Zainudin Jazuli (Ploso, Kediri), KH Miftahul Akhyar (Rois Syuriah PWNU Jatim), KH Mahrus Amin (Darunnajah, Jakarta), KH Ihya Ansori (Kalideres, Jakarta), KH Ghozi Wahib (Yogyakarta, juga adalah Ketua Dewan Syuro DPP PPNUI).

Kehadiran para ulama sekaligus menandakan mereka ini tercatat duduk sebagai anggota Dewan Syuro organisasi MSKP3I.

Selaku organisasi yang dalam tahun pertamanya sudah memiliki 17 pengurus wilayah dan 171 cabang ini, hadir dengam format kepengurusan mustasyar, dewan syuro, dan dewan tanfidz.

Untuk diketahui, Ketua Mustasyar diduduki Suryadharma Ali. Sedangkan Ketua Dewan Syuro adalah KH Makruf Amin, yang juga Ketua Dewan Syuro PKNU. Ketua Dewan Tanfidz ditunjuk KH Nur Muhammad Iskandar, yang adalah Wakil Ketua Majelis Syariah DPP PPP.

Acara ini juga disemarakkan oleh kehadiran sejumlah pengurus teras DPP, sekaligus anggota DPR RI dari PPP, yakni Akhmad Muqowam (Ketua DPP/Ketua Komisi IV DPR), Zainut Tauhid (Wasekjen DPP/Sekretaris FPPP MPR), M. Romahurmuziy (Wasekjen DPP/Sekretaris FPPP DPR), dan Mahmud Yunus (Wakil Bendahara DPP/Bendahara FPPP DPR).

Setelah pembukaan, dilangsungkan pertemuan tertutup antara sejumlah ulama dengan SDA dan pengurus teras PPP yang hadir. [ttm/hidayatullah.com]

Mobil Tenaga Surya Buatan Palestina Pun Melaju

 

Di tengah kecamuk konflik dengan Israel yang tak kunjung kelar, umat Islam patut berbangga dengan keberhasilan saudara mereka di Palestina membuat mobil pertama bertenaga matahari. Keberhasilan itu menjadi pelipur lara mengingat keterbatasan akses teknologi dan dana dalam pengembangan pendidikan di negara tersebut.

Kendaraan bercat putih dengan dek berisikan panel surya ini mampu menempuh kecepatan 19 mil perjam atau 30 km/jam. Kendaraan ini merupakan buah karya tiga mahasiswa teknik Palestine Polytechnic University, Hebron, Tepi Barat.

Kelebihan dari kendaraan ini adalah kemampuannya memanfaatkan energi yang berasal dari mesin berkekuatan 2 bhp yang disokong baterei. Baterei ini mampu menyimpan energi dari pantulan energi matahari. Baterei tersebut juga bisa diisi dengan energi listrik ketika matahari tidaklah nampak.

“Kita hampir tidak memiliki industri, namun, polusi yang ada berasal dari kendaraan,” ungkap Zahdi Salhab, Direktur Departemen Teknik di kampus tersebut seperti dikutip Telegraph, Senin (19/7). Ia berharap dengan adanya proyek ini bisa menarik investasi untuk pengembangan lebih lanjut proyek mobil ramah lingkungan ini di Tepi Barat. “Setiap kendaraan membutuhkan dana kurang lebih 4.000 dolar AS (setara dengan Rp 36,5 juta), tapi kami membutuhkan dana dua kali lipat untuk menghadirkan kendaraan berkemampuan lebih baik, lebih cepat, dan mampu dikendarai dalam kondisi apa pun,” tuturnya.REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–

Geliat Hotel Syariat di Jakarta

 

 

Jakarta – Jika menyebut Hotel Sofyan, pikiran Imam mengawang-awang ke tahun 1980-an. Saat itu ada sebuah klub malam Santai Music Club di hotel yang berada di Jl Saharjo, Tebet, Jakarta Selatan itu. Tamu-tamu akan dimanjakan dengan perempuan-perempuan cantik yang siap menemani tamu sampai ke dalam kamar hotel.

“Para lady companion (LC) itu duduk-duduk di dalam sebuah ruangan yang bisa dilihat dari luar. Mereka seperti di dalam aquarium. Mereka bertugas menemani tamu di klub malam bahkan bisa dibooking ke luar,” kenang Imam, karyawan yang bekerja di wilayah Pancoran tersebut saat berbincang-bincang dengan detikcom, Senin (11/7/2010).

Selain memiliki klub malam dan karaoke, hotel yang terletak di depan Universitas Sahid itu, juga memiliki diskotek dan panti pijat. Karena memiliki akomodasi hiburan yang lumayan lengkap, banyak para penikmat hiburan malam yang berkunjung ke kawasan hotel tersebut. Apalagi tarif menginap di hotel tersebut relatif murah, yakni Rp 180 ribuan per malam.

Karena tarifnya yang murah, kata Imam, banyak tamu yang memanfaatkan hotel tersebut hanya untuk tempat berkencan saja. “Hotel itu lebih sering dipakai untuk kencan short time aja. Karena harganya murah,” beber Imam.

Kondisi tersebut diakui Riyanto Sofyan, pemilik grup Hotel Sofyan. Saat ditemui detikcom, Riyanto tidak menampik kalau hotel miliknya yang ada di wilayah Tebet tersebut, dahulu kerap dijadikan sasaran bagi pria hidung belang atau para penikmat hiburan malam. Menurut Riyanto, di antara hotel-hotel Grup Sofyan, Hotel Sofyan Tebet tingkat huniannya yang paling tinggi. Sementara Hotel Sofyan Cikini serta Hotel Sofyan Betawi, tingkat huniannya biasa-biasa saja.

“Kalau di Hotel Sofyan Tebet, satu kamar saja yang check-in bisa 2 sampai 3 tamu. Mereka umumnya hanya memakai kamar untuk berkencan singkat saja,” ungkap Riyanto.

Namun, kondisi Hotel Sofyan Tebet kini jauh berbeda. Semua itu dimulai dengan penutupan Santai Music Club pada 1998. Setahun kemudian, giliran diskotek Terminal dan panti pijat yang ada di hotel tersebut ditiadakan. Lenyapnya tempat-tempat hiburan tersebut terang saja berpengaruh terhadap tingkat hunian hotel saat itu. Bayangkan, dari 140 persen tingkat hunian di hotel tersebut melorot tinggal 40 persen saja. Kondisi ini bertahan hingga 2 tahun lamanya.

Perubahan drastis yang dilakukan pemilik terhadap Hotel Sofyan Tebet sengaja
dilakukan. Orang tua dari artis Marshanda tersebut, ingin merubah konsep hotel yang sarat hiburan malam menjadi hotel berkonsep syariat atau sesuai dengan norma keislaman. Dijelaskan Riyanto, dirinya mulai merubah konsep hotel setelah mendapat supervisi dari Salim Segaf Al Jufri, yang saat ini menjadi Menteri Sosial.

“Saya mulai kenal Pak salim Segaf sejak 1994, waktu itu beliau masih jadi dubes dan belum ada Partai keadilan Sejahtera (PKS),” jelas Riyanto.

Selama 4 tahun mengaji ke Salim Segaf, membuat pandangan Riyanto tentang pengelolaan hotel berubah drastis. Sejak saat itu ia menyadari bahwa untuk memajukan bisnis perhotelan tidak selalu dekat dengan alkohol atau seks.

Memang diakui Riyanto, awal perubahan yang dilakukan terhadap Hotel Sofyan Tebet
berpengaruh terhadap penghasilan hotel tersebut. Banyak tamu langganan yang bertanya, “Ini hotel atau masjid”. Sebab jangankan tempat hiburan, minuman beralkohol pun tidak lagi bisa dijumpai. Akhirnya para pelanggan pun angkat kaki selamanya. Tapi hal itu bukan berarti bisnis Hotel Sofyan tamat. Hotel Sofyan Cikini dan Cut Meutia, juga menerapkan sistem pengelolaan dengan konsep syariat.

“Ketika tingkat hunian hotel yang di tebet turun, tingkat hunian Hotel Sofyan Cikini dan Betawi meningkat sekitar 15-30 persen. Jadi, secara kumulatif kerugian di Hotel Sofyan Tebet bisa ditutupi,” terangnya.

Selanjutnya, untuk menormalisasi penghasilan hotel miliknya yang ada di Tebet, Riyanto kemudian merogoh kocek sebesar Rp 2 miliar pada 2001, untuk melakukan renovasi ruangan-ruangan di hotel tersebut. Selain membenahi kamar hotel, pengelola juga menyulap ruangan yang sebelumnya jadi klub malam dan diskotek sekarang menjadi ruang meeting. Dengan renovasi yang dilakukan, penghasilan dari Hotel Sofyan Tebet saat ini kembali seperti dahulu. Konsep hotel untuk hiburan malam kini berganti dengan konsep hotel untuk pertemuan bisnis.

“Meski tingkat hunian sekitar 80 persen tapi ratenya Rp 280 ribu nett. Jadi kalau dihitung-hitung sama saja,” ujarnya.

Hotel Sofyan Grup kini makin yakin kalau hotel berbasis syariat, yang tidak dianggap menarik oleh hotel lain, justru bukan ancaman omset akan menurun. Hotel syariat ternyata punya pasar yang cukup menjanjikan. Tentu saja tanpa esek-esek, alkohol dan narkoba. “Justru dengan konsep syariat ini, tamu atau keluarga merasa nyaman dan aman menginap. Tidak ada alkohol atau tempat hiburan yang berbau maksiat, maka kenyamanan mereka jadi terjaga,” tutupnya.(detik.news)

sumber : http://us.detiknews.com/read/2010/07/12/180032/1397809/159/geliat-bisnis-di-hotel-syariah

Berbuat Yang Paling Baik

          

 

     Lakukan pekerjaan Anda dengan cara yang paling baik yang mampu Anda lakukan. Jangan karena alasan Bos pelit, teman tidak tahu berterima kasih, orang itu pernah berbuat jahat, dan lain-lain, maka Anda berbuat setengah hati. Semua pekerjaan yang Anda lakukan dengan setengah hati atau asal-asalan justru akan membuat Anda terbiasa dengan cara itu, menggembosi semangat Anda sendiri, melatih diri Anda sendiri untuk tidak disiplin dan lain-lain. Itu adalah pengaruh untuk diri Anda sendiri. Adapun pengaruh bagi orang lain, mereka kurang menghargai pekerjaan Anda, mereka tidak akan memberi Anda tanggung jawab lebih besar, mereka akan menganggap keberadaan Anda tidak berarti bagi lembaga tempat Anda beraktifitas.

Ingatlah, kebaikan yang Anda lakukan akan menimbulkan kebaikan-kebaikan yang lain yang banyak. Setiap kebaikan yang Anda lakukan akan memberikan efek ganda. Misalnya, Anda membantu menyeberangkan seorang tua di jalan yang ramai.
Satu perbuatan baik ini akan melahirkan hasil-hasil sebagai berikut:

* Orang tua itu akan selamat dari kecelakaan.
* Lalu lintas kendaraan tidak terganggu.
* Dia akan merasa gembira dan bersyukur kepada Allah.
* Dia akan mendo’akan Anda dengan kebaikan.
* Keluarganya akan menghargai pertolongan Anda.
* Mereka yang mengetahui akan menaruh rasa hormat kepada Anda dan berusaha meneladani.
   Karena kebaikan itu menular. Dan umumnya setiap orang senang dengan kebaikan dan rindu untuk –    melakukannya.
* Dan lain-lain.

Itulah mungkin sebabnya Rasulullah bersabda:

“Setiap kebaikan akan dilipatgandakan dari 10 sampai 700 kali” (Bukhari dan Muslim)

Dalam Qur’an, Allah mewahyukan:

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Ia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS 2:261)

Setiap kali Anda merasa bosan dengan pekerjaan Anda, maka tanyakan kepada diri Anda mengapa Anda selama ini melakukan pekerjaan itu, pilihlah jawaban positif, maka Anda akan mendapatkan jawaban yang insya Allah akan membuat Anda lebih menghargai dan menyukai pekerjaan itu.[]

*Disadur seperlunya dari buku “Bahagia Dunia-Akhirat”, buah karya Al Habib Husein bin Anis Al Habsyi, hal. 39-40

terbitan “Pustaka Zawiyah”, Maret 2009/Rabi’ul Awwal 1430 H