Di tengah kecamuk konflik dengan Israel yang tak kunjung kelar, umat Islam patut berbangga dengan keberhasilan saudara mereka di Palestina membuat mobil pertama bertenaga matahari. Keberhasilan itu menjadi pelipur lara mengingat keterbatasan akses teknologi dan dana dalam pengembangan pendidikan di negara tersebut.

Kendaraan bercat putih dengan dek berisikan panel surya ini mampu menempuh kecepatan 19 mil perjam atau 30 km/jam. Kendaraan ini merupakan buah karya tiga mahasiswa teknik Palestine Polytechnic University, Hebron, Tepi Barat.

Kelebihan dari kendaraan ini adalah kemampuannya memanfaatkan energi yang berasal dari mesin berkekuatan 2 bhp yang disokong baterei. Baterei ini mampu menyimpan energi dari pantulan energi matahari. Baterei tersebut juga bisa diisi dengan energi listrik ketika matahari tidaklah nampak.

“Kita hampir tidak memiliki industri, namun, polusi yang ada berasal dari kendaraan,” ungkap Zahdi Salhab, Direktur Departemen Teknik di kampus tersebut seperti dikutip Telegraph, Senin (19/7). Ia berharap dengan adanya proyek ini bisa menarik investasi untuk pengembangan lebih lanjut proyek mobil ramah lingkungan ini di Tepi Barat. “Setiap kendaraan membutuhkan dana kurang lebih 4.000 dolar AS (setara dengan Rp 36,5 juta), tapi kami membutuhkan dana dua kali lipat untuk menghadirkan kendaraan berkemampuan lebih baik, lebih cepat, dan mampu dikendarai dalam kondisi apa pun,” tuturnya.REPUBLIKA.CO.ID, LONDON–