Hello sobat ,pernahkah kita pada saat terjatuh pada saat kita berjalan atau berlari mengeluarkan kata-kata reflek apa yang sedang kita pikirkan ??

itu semua karena refleksi kita sebagai manusia yang mempunyai akal dan pikiran.

jika bahasa jakartanya itu adalah Latah yah 😀

             Semua perkataan dan perbuatan yang menimbulkan sikap reflek itu tergantung keseharian kita apa yang kita lakukan,maka akan terlihat jika kita sedang merasakan sesuatu yang Baik atau sebaliknya.sikap refleksi itu bereaksi atau akan muncul ketika seseorang mempunyai kebiasaan sehari-hari nya pada orang tersebut.misalnya jika kita sering Berzikir baik dalam ucapan maupun di dalam hati kita,baik pada saat jalan ataupun duduk.dan biasanya orang yang selalu berzikir itu hatinya akan tenang karena selalu mengingat Allah adalah segalanya Baginya.dan apabila terjadi sesuatu hal maka ia akan ingat kepada Allah dan akan merefleksikan dalam dirinya dengan Tenang dan jika perbuatan atau ucapan pun akan tampak mengucapkan kalimatullah seperti :

 Astagfirullah,Alhamdulillah,Innalillahi,Allahu Akbar dll

dan jika ia melihat sesuatu hal yang melanggar dari aturan sosial terlebih pula dalam soal Agama.maka biasanya orang tersebut akan merefleksikannya dengan berkata sopan kepada yang menurut ia itu salah dan tidak dengan kata-kata yang menjatuhkan ataupun kata-kata yang menyakitkan.

tetapi sebaliknya…         

             Jika keseharian kita tidak pernah mengucapkan kalimat Ilahi dan sering berkata-kata kasar baik kepada teman,sahabat,dan orang-orang terdekat.terlebih jika kita jarang mengunjungi majelis-majelis Dzikir majelis Ilmu maka hati kita akan Gersang.apabila di saat di timpa suatu ujian misalkan pada saat terjatuh atau pada saat mengendarai kendaraan lalu ia menabrak, maka akan terlihat sikap responsible atau refleksinya sangat berbeda dengan refleksi orang yang suka berzikir.diantaranya seringmenggunakan kata-kata kasar bahkan bisa jadi menyakitkan dan biasanya juga melakukan tindakan sepihak dan anarkis akibat gersangnya hati karena jauh dari Rabb-Nya karena hatinya di kuasai oleh Hawa Nafsu tanpa berpikir panjang atau solusi dan mempertimbangkan baik dan buruknya atau Dosa akibat perbuatannya itu.

Jadi termasuk yang manakah kita Ini ?

wallahua’lam bisshowab.

Alfaqir

Cikarang 23 Desember 2009.