Konferensi Persaudaraan Muslim Dunia yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) di Jakarta, Ahad (20/12) ditutup dengan sejumlah rekomendasi, termasuk kemerdekaan bagi Palestina pada 2010. Konferensi diselenggarakan NU bekerja sama dengan World Forum for Proximity of Islamic School of Thoughts Iran.

“Salah satu hasil kesepakatan peserta konferensi ini adalah kemerdekaan Palestina harus tercapai tahun 2010,” kata Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi usai acara penutupan konferensi yang diikuti seratus ulama dan cendekiawan Muslim dari sejumlah negara tersebut sebagaimana dilansir Antara.

Untuk mencapai kemerdekaan Palestina, lanjut Hasyim, para peserta konferensi mendesak digelarnya pertemuan segi empat antara Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), Amerika Serikat (AS), Israel, dan Palestina. Konferensi juga mendorong kelompok Sunni dan Syiah untuk tidak melakukan kekerasan dan ekstremisme yang mengarah pada aksi-aksi terorisme. Harus dibedakan antara perjuangan dengan terorisme. “Apa yang dilakukan masyarakat Palestina terhadap Israel sekarang ini adalah perang kemerdekaan atau perjuangan. Mereka ingin merdeka dari penjajahan. Kalau aksi yang dilakukan Amrozi cs itu namanya terorisme,” kata Hasyim.

Pembacaan rekomendasi ini diwakili oleh lima ulama, yakni Mufti Syiria Dr Abdul Fattah Bazzam, Sekjen World Forum of Proximity of Islamic School of Thoughts Iran Ayatullah Muhammad Ali Tashkiri, Ketua Umum PBNU Hasyim Muzadi, Majelis Ulama Lebanon Syekh Ahmad Zein, dan Dirjen Bimas Islam Departemen Agama RI Nasaruddin Umar.

Dalam rekomendasi ditegaskan, persatuan merupakan hal yang paling mendasar bagi umat Islam, karena itu terjadinya perpecahan dan permusuhan di kalangan umat Islam akibat perbedaan mazhab sangat disesalkan. Umat diimbau mengadakan pendekatan dan bekerjasama dengan kelompok Muslim lainnya. Berbagai kelompok dan mahzab di berbagai negara Muslim diminta menyelesaikan berbagai perselisihan dengan cara berdialog. Umat Muslim diimbau tidak mudah mengkafirkan umat Islam lainnya.

Rekomendasi lainnya, para ulama mengimbau umat Muslim seluruh dunia untuk menghormati Al-Quran dan Nabi Muhammad SAW. Salah satu bentuk penghormatan terhadap Nabi adalah tidak diperkenankan melukiskan atau memvisualkan sosok Nabi Muhammad. Ayatullah Muhammad Ali Tashkiri dalam kata penutupnya berharap beberapa rekomendasi yang dihasilkan pada konferensi ini dapat bermanfaat untuk kemaslahatan Islam di seluruh dunia. Ali Tashkiri menggarisbawahi pentingnya persatuan di kalangan umat Muslim.

“Jika ulama berselisih, baik dalam persoalan politik maupun mahzab, mana mungkin bisa menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi. Anda adalah saudara saya, meskipun berbeda mahzab. Saya dan anda bertanggungjawab pada umat semua. Kita semua bertanggungjawab mewujudkan kesejahteraan umat,” katanya.(AYB/)

sumber :liputan6.com