keluarga muslim

 

 

 

 
sebuah kisah nyata ini terjadi pada saat aku akan berangkat bekerja.

 

                 Suatu pagi hari tepat pada hari rabu sewaktu mau berangkat bekerja,sekitar pukul 05:30.bermula aku berangkat dari rumah orang tuaku dan tak lupa memberikan salam dan berdoa semoga rezeki yang ku dapat hari ini halal dan berkah.bergegas ku berangkat dan tak lupa akan keluar rumah ku berdoa “Bismilllahi tawakkaltu ‘alallah” dan aku berangkat dengan semangat Pagi.
                 Seketika ku lihat kanan dan kekiri karena aku ingin menyebrang.kebetulan di tempatku itu memang padat kendaraan berlalu -lalang.dan setelah selesai menyebrang ku menyetop sebuah angkot.bermula ku membaca bismillah ketika akan menaiki angkot dan seketika pandanganku melihat 2 orang penumpang dan sedikit senyum maka ku bilang permisi .dan langsung ku menundukkan pandangan,karena penumpang tersebut adalah akhwat.dan karena saling berhadapan maka salah satu penumpang bertanya kepadaku dan berkata “jam berapa sekarang de ? dan seketika ku lihat jam tangan digitalku maka aku melihatnya dan ku jawab “jam 6 kurang 20 menit Bu “.karena aku melihatnya sepertinya ia  seorang ibu dan kulihat betapa rapihnya ia .
                  Ibu setengah baya itu memakai Jilbab dan menutup auratnya dangan Rapi.dan tak sengaja ku lihat akhwat dan masih sangat Muda (mungkin sebaya denganku )di sampingnya yang duduk berdekatan dengan Ibu itu penampilannya beda dengannya yaitu tidak mengenakan Jilbab serta memakai baju Putih dan memakai rok yang sangat Minim,dan karena duduknya saling berhadapan karena kondisi angkot tersebut hanya 3 orang + 1 supir di depan, maka aku bergeser agak pojok belakang demi menghindari & menatap aurat wanita tersebut.terlebih di bulan puasa.karena ana takut berdosa dan khawatir dapat mengurangi pahala puasa pada hari itu.
                   Dan tak sengaja aku mendengar ia berbicara (karena kondisinya memang di angkutan umum) dengan Ibu yang memakai Jilbab dengan pembicaraan yang hangat dan Mesra.dan aku mendengar lagi pada pembicaraan yang kedua ,ternyata dia memanggil ibu( yang mengenakan Jilbab itu )dengan sebutan Mama.dan alangkah terkejutnya aku ketika ku melihat kejadian ini.maka aku dapat simpulkan bahwa Iman dan keyakinan itu tak dapat di warisi oleh seorang Ibu yang bertakwa walau hanya kepada Anak-anaknya.dan aku berdo’a semoga akhwat tadi mendapat hidayah dengan menutup auratnya seperti Ibunya yang Rapih dan menyejukkan pandangan.
wallahu’alam bis’showab.

 

sepenggal Nasyid dari Raihan .

“Iman tak dapat di warisi oleh seorang ayah yang bertaqwa”

 
Bekasi 9 september 2009.