Berlemah lembut dalam Dakwah

 

 

 

 

Menyakiti perasaan seseorang dengan berbuat terlalu tegas dalam hukum adalah kesalahan yg fatal.
kita bisa lihat bagaimana Rasul saw berbuat bijaksana pada orang yg berzina. Rasul saw menunda nundanya seakan memberi kesempatan pada orang itu untuk tidak lagi menuntut untuk dirajam. Rasul saw bukan menangkap dan menyiksanya, malah membiarkannya sampai dua tahun, bebas berkeliaran demi menyusui anak zinanya, namun karena orang itu datang lagi, lagi, dan lagi, maka Rasul saw menjalankan hukum rajam.

Kita bisa lihat bagaimana ketika seorang Badui kencing di dalam masjid, dan sahabat berebutan ingin memukulinya. Apa yg Rasul saw katakan? beliau saw berkata : “biarkan ia sampai selesai dari buang air kecilnya” setelah ia selesai barulah Rasul saw berkata : “wahai saudaraku, sungguh masjid adalah tempat suci, tidak bisa digunakan untuk buang air kecil” lalu Rasul saw berkata pada sahabat : “tutupi bekas najis itu dgn tanah” (karena memang saat itu masjid Nabawi berlantaikan tanah saja).

Lihat bagaimana akhlak Rasul saw terhadap orang yg mengencingi masjid.

Ada satu kabar nih.., di Buncit terjadi seorang saudara kita muslim, ia sangat benci dg rokok, ia berkata rokok adalah kencing setan. Kenapa kalian menghisap kencing syetan? Ia terus menyakiti perasaan saudara-saudara muslimnya dg ucapan itu, sampai akhirnya kemudian Allah beri ia cobaan menjadi orang yg melarat dan miskin, ia sangat miskin, dan akhirnya ia menjadi penjual rokok, maka teman temannya balik mengejeknya dg berkata: “beli kencing setan dong!” “kau adalah penjaja kencing setan ya?” demikian cobaan buat orang itu. Kabarnya orang itu kini sudah tak lagi menjual rokok, ia kini menjadi penjual minyak wangi, walaupun ia sempat bertahun2 menjual rokok,

Dan dalam kejadian lain ada seorang istri yg sangat benci pada rokok, melihat di televisi lelaki yg merokok, maka ia berkata : “busuk sekali mulut lelaki itu, apa iya istrinya bisa betah kalau punya suami yg mulutnya berbau rokok!” Maka tak lama kemudian Allah beri cobaan padanya, suaminya malah merokok, dan istri ini terpaksa menelan ucapannya dan harus bersabar menghadapi suaminya yg menjadi perokok, ia cerita pada suaminya, maka suaminya terkejut dan berjuang tuk berhenti merokok, ia baru bisa berhenti setelah 4 tahun.

Nah.. saudaraku, kesimpulannya, kasihanilah saudara2 kita yg masih dalam dosa dan kesalahan, jangan dibenci dan jangan terlalu extrem pada pendosa, kita seru mereka, kita ajak mereka, karena keburukan itu bukan hanya rokok, tapi masih banyak yg lebih dari itu, misalnya muslimin yg tidak mau shalat, muslim yg pezina, muslim yg penjudi, muslim yg narkoba, muslim yg pencuri, ini semua lebih jahat dan keji dari sekedar rokok.

Pelahan lahan kita maju bersama sama merangkul muslimin muslimat tuk terus menuju keluhuran.

 

Oleh : Habib Munzir bin Fuad Almusawa.

Peringatan 15 Sya’ban/Nisfu Sya’ban.

assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh,
 
 
Rahmat dan kesejukan jiwa semoga selalu menghiasi hari hari anda,
 
Saudaraku yg kumuliakan,
 
 
mengenai doa dimalam nisfu sya’ban adalah sunnah Rasul saw, sebagaimana hadits2 berikut :
 
Sabda Rasulullah saw : “Allah mengawasi dan memandang hamba hamba Nya di malam nisfu sya’ban, lalu mengampuni dosa dosa mereka semuanya kecuali musyrik dan orang yg pemarah pada sesama muslimin”
(Shahih Ibn Hibban hadits no.5755)
 
 
berkata Aisyah ra : disuatu malam aku kehilangan Rasul saw, dan kutemukan beliau saw sedang di pekuburan Baqi’,beliau mengangkat kepalanya kearah langit, seraya bersabda : “Sungguh Allah turun ke langit bumi di malam nisfu sya’ban dan mengampuni dosa dosa hamba Nya sebanyak lebih dari jumlah bulu anjing dan domba” (Musnad Imam Ahmad hadits no.24825)
 
 
berkata Imam Syafii rahimahullah : “Doa mustajab adalah pada 5 malam, yaitu malam jumat, malam idul Adha, malam Idul Fitri, malam pertama bulan rajab, dan malam nisfu sya’ban” (Sunan Al Kubra Imam Baihaqiy juz 3 hal 319).dengan fatwa ini maka kita memperbanyak doa di malam itu, jelas pula bahwa doa tak bisa dilarang kapanpun dandimanapun, bila mereka melarang doa maka hendaknya mereka menunjukkan dalilnya?,
 
 
bila mereka meminta riwayat cara berdoa, maka alangkah bodohnya mereka tak memahami caranya doa,karena caranya adalah meminta kepada Allah,pelarangan akan hal ini merupakan perbuatan mungkar dan sesat, sebagaimana sabda Rasulullah saw : “sungguh sebesar besarnya dosa muslimin dg muslim lainnya adalah  pertanyaan yg membuat hal yg halal dilakukan menjadi haram, karena sebab pertanyaannya” (Shahih Muslim)
 
 
 
Demikian saudaraku yg kumuliakan, semoga dalam kebahagiaan selalu,
 
Wallahu a’lam
 
 
sumber:
Forum Tanya Jawab : Majelis Rasulullah.org.

Alhamdulillah

Assalamu’alaikum wr.wb

Alhamdulillahirabbil’alamin,wassholatu wassalam ‘ala sayyidilmursalin.

Limpahan Puji ke Hadirat Allah SWT yang Maha Tunggal dan Maha Abadi,Shalawat dan salam senantiasa tercurah kekasih tercinta Sayyidina Muhammad SAW.

Telah datang Bulan Sya’ban dan akan datang Bulan Agung Yaitu Bulan Ramadhan…bulan penuh berkah Rahmah dan Ampunan.Semoga Umur kita sampai pada bulan itu.bulan Suci Ummat Islam.amiin allahumma amiin.

sejenak berhenti aktivitas di Dunia Maya ini,karena kepadatan kesibukan di luar.namun keinginan untuk melanjutkan aktivitas ini akan ku lanjutkan kembali.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan kekuatan Iman serta kesejukan Hati ini.

 

Wassalamu’alaikum wr.wb.

 

 

Jum’ah,13 Syaban 1432H

 

 

As Salam TV Memulai Siarannya….

Puji Syukur dan Ucapan Takbir terdengar di saat Launching perdana TV Islam di Indonesia.
bertepatan 1 Muharram 1432 H.
semoga Assalam TV terus berkembang ke pelosok Negri tercinta ini……
amiin allahumma amiin..

 

As Salam TV Memulai Siarannya

Meski mayoritas 88 persen, namun umat Islam Indonesia sampai sekarang belum memiliki televisi Islami yang benar-benar menyiarkan berbagai acara dakwah Islam secara nasional.

Padahal pengikut Budha yang tidak mencapai jumlah 1 persen, sekarang telah memiliki televisi nasional DAAI TV yang setiap hari menyiarkan acara-acara Budha.

Sementara 10 televisi nasional swasta lainnya yang dimiliki kelompok sekuler, hampir setiap hari berbagai acaranya kurang mendidik terutama pada anak-anak bahkan terkesan mengumbar nafsu syahwat, sehingga dapat menyebabkan rusaknya moral bangsa. Maka kehadiran As Salam TV meski baru merupakan televisi komunitas lokal, namun sudah mampu menjadi hiburan Islami yang mendidik bagi umat Islam khususnya di Jakarta.

Peresmian siaran perdana As Salam TV, Selasa (7/12) kemarin yang bertepatan dengan 1 Muharram 1432 H, dilakukan KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie (Pemimpin Umum Perguruan Islam As Syafi’iyah) di Masjid Al Barkah As Syafi’iyah, Bali Matraman, Jakarta Selatan.

Peresmian dihadiri ribuan umat Islam serta sejumlah tokoh dan ulama  seperti MS Ka’ban (mantan Menteri Kehutanan), KH Syuhada Bahri (Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia), KH Muhammad Al Khaththath (Sekjen Forum Umat Islam), Munarman (Ketua FPI), Habib Jindan bin Novel serta tokoh ulama dari Yaman, Habib Ali bin Abu Bakar bin Syekh Abu Bakar. 

Dalam sambutannya, MS Ka’ban mengharapkan nantinya As Salam TV dapat menjadi televisi terkemuka di Jakarta bahkan nasional dan mampu bersaing dengan televisi swasta nasional lainnya.

“Saya berharap siaran As Salam TV nantinya mampu membangkitkan umat Islam tidak hanya di Jakarta tetapi di seluruh Indonesia untuk meraih kembali kejayaannya. Saya yakin, As Salam TV akan mampu mewarnai umat Islam dan bangsa Indonesia dimasa mendatang,” ujar MS Ka’ban.

Sementara KH Abdul Rasyid AS berharap As Salam TV akan terus meningkatkan jangkauan siaran dakwahnya dari 15 km sekarang ini  menjadi 30 km, sehingga seluruh Jakarta bisa menerima siarannya yang dipancarkan melalui Frequensi VHF 195 Mhz .

“Bahkan jika nantinya As Salam TV bisa memakai jaringan satelit, maka akan bisa dibuka melalui jaringan internet dan HP dari seluruh dunia,” ungkap ulama yang juga pengelola dari Radio As Syafi’iyah Jakarta, Radio As Salam (RAS) FM Jakarta dan Radio Suara Pulo Air Sukabumi, Jawa Barat. (Abdul Halim) 

sumber : http://www.suara-islam.com/news/berita/nasional/1557-as-salam-tv-memulai-siarannya?joscclean=1&comment_id=4847

Kawan…

 

assalamu’alaykum wr.wb.

apa kabar sobatku semua ?

semoga dalam keadaan sehat dan Lindungan Allah swt.amiin.

Di dalam kehidupan yang Fana ini kita memerlukan kawan,sahabat dll.namun dalam perjalanan kita terkadang bersebrangan.namun pada akhirnya kita kan bersatu jua.semoga pertemanan kita akan kekal hingga akhirnya. di bawah ini ada sebuah lirik Nasyid dari Hijjaz tentang kawan.semoga bisa menginspirasi.

Kawan…
Kawan apalah yang kau kesalkan
Kerana Tuhan kau kehilangan kawan
Kerana kebenaran dihina
Jangan kau ragu dalam keimanan

Kadang-kadang kawan jadi lawan
Kadang-kadang lawan jadi kawan
Apalah disedihkan hati
Setiap insan di dalam kekurangan

Jangan sedih selalu tersisih
Bukan kau saja ditimpa malang
Ingatlah para Rasul mulia
Lebih terseksa menderita
Mereka bahagia dalam derita
Mereka kaya di dalam papa

Mereka memadai dengan Tuhannya
Itulah kebahagiaan
Di waktu sempit seorang diri
Kawan janganlah disedihkan hatimu

Tetapi mereka merasai ramai
Walaupun keseorangan

Cikarang 2 Desember 2010/25 Djulhijjah 1431H.

Penyampaian Habibana tentang para gunung….

Ketika kumerenung dalam tafakkur, kutanyakan pada Alam, wahai gunung gunung, apa yg kalian inginkan terus mengganggu ummat Muhammad saw…?

kalian akan terkena sidang kelak.., bukankah kalian ini makhluk Allah swt, dan Allah swt mencintai Nabi Muhammad saw, lalu kenapa kalian mengambil posisi turut memerangi ummat Muhammad saw pula?

mereka menjawab : kami adalah pendukung dakwah sayyidina Rasulillah saw.., 

ketika ummat beliau ghaflah, 

ketika masjid Masjid sepi, 

ketika Musholla mulai runtuh tak disentuh, 

ketika Al-qur’an mulai tak terngiang.. 

kami tahu kemuliaan sayyidina Rasulillah saw… 

kami takut dijadikan saksi dihari kiamat, kami menyaksikan para Da’i lemah mengunjungi wilayah wilayah kami, 

maka kami berdakwah, kami terjun sebagai da’i, dengan cara kami tentunya, 

bukankah dg perbuatan kami justru Musholla dan Masjid makmur?, 

bukankah dg perbuatan kami Muslimin menjadi banyak Berdo’a dan Berdzikir?

bukanlah dg perbuatan kami orang kaya kikir menjadi berinfak?

bukankah dg perbuatan kami Dosa -dosa Ummat banyak terhapus?

bukankah dg perbuatan kami banyak Ummat pendosa ini mati Syahid?

salahkah usaha kami?,

kenapa kami dilarang membantu padahal para Da’i tak mampu berbuat seperti yg kami perbuat?,

lalu apakah para Shalihin akan menghentikan usaha kami membantu sayyidina Rasulillah saw agar ummatnya kembali dan sadar dari ghaflah?

jika kami dijadikan saksi kelak atas dosa ummat ini tentu para Da’i dan Shalihin yg akan tertuduh.. maka kami membantu mereka..

kenapa kami disalahkan..?, jika kami berhenti mampukah para shalihin dan Da’i menggatikan perbuatan kami dan mengunjungi wilayah kami?

kami hanya membantu meringankan beban para Shalihin dan para Da’i.

maka kuterdiam… wahai Allah, gunung gunung mu sudah turut berbakti pd dakwah ini.. tapi setidaknya batasilah cara bakti mereka agar tak terlalu menyakiti ummat ini… amiin

terimakasih wahai gunung gunung, kalian turut berperan serta menyadarkan ummat ini dan meringankan beban para Shalihin dan Da’i.

semoga Allah swt segera melimpahkan hujan taubat dan rahmat pada ummat ini tanpa perlu reaksi para gunung gunung ini, amiin…

oleh : Habib Munzir di kirim by milis Majelis Rasulullah oleh Budhi Zutchi.

Thank’s Ummi….

Pagi ini sekitar jam 04:50 pagi tiba-tiba handphoneku berdering,tepat di saat ku pindah dari ruang tamu ke kamarku setelah sholat shubuh dan selesai Berzikir.handphone itu berdering,maka ku lihat display dengan nama Ibuku,lalu ku angkat :

aku   : Hallo,assalamu’alaikum
Ibuku : wa’alaikumsalam
aku   : ada apa Bu ?
Ibuku : sudah sahur?
aku   : sudah Bu,
Ibuku : sudah sholat shubuh ?
aku   : sudah,
Ibuku : ok,sudah dulu yah .
aku   : iya Bu .
Ibuku : assalamu’alaikum..
aku   : wa’alaikumsalam.

setelah ku tutup Handphoneku maka aku langsung teringat saat ku masih tinggal bersama ibuku,Beliau biasanya membangunkanku tepat di hari senin dan Kamis pagi sekitar pukul 03:30 -04:00 dengan kebiasaanku yaitu shaum sunnah senin & kamis.

terbersit kata dalam hati :

“Ibu…. meskipun kondisi tubuhmu tidak segagah seperti dulu,namun engkau masih mampu membuat anakmu berdiri tegar dan membimbing jiwa ini dengan Tulus dan Ikhlas.”

 
Thank’s Mama….

Cikarang,Senin 24 Zulkaidah 1431H

1 November 2010

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.